Monday, June 30, 2008

Kas

Kas menurut pengertian akuntansi adalah alat pertukaran yang dapat diterima untuk pelunasan piutang, dapat diterima sebagai setoran ke bank dengan jumlah sebesar nominalnya, juga simpanan dalam bank atau tempat lain yang dapat diambil sewaktu-waktu.
Kas terdiri dari uang kertas, uang logam, cek yang belum disetorkan, simpanan dalam bentuk giro atau bilyet, traveller check, cashier check, bank draf dan money order.
Yang tidak termasuk Kas yaitu :
- Wesel tagih, jika ada wesel tagih yang diserahkan ke bannk untuk ditagihkan, maka wesel tersebut tetap dicatat sebagai piutang wesel.
- Perangko, kadang perangko dapat digunakan untuk pembayaran yang jumlahnya kecil, tetapi perangko tidak diterima sebagai setoran oleh bank, oleh karena itu perangko bukan kas.
- Cek Mundur (Post Date Checks)
- Surat-surat berharga seperti saham, obligasi
- Simpanan pada bank-bank di luar negeri atau tabungan dalam dalam mata uang asing.
- Uang kas yang dibatasi penggunaannya, biasanya dalam bentuk dana, tidak dimasukkan dalam kas tetapi dilaporkan terpisah sebagai dana. Contoh : dana bantuan, kredit usaha mikro. Jika penggunaannya masih dalam waktu satu tahun maka termasuk dalam kelompok aktiva lancar, tetapi jika tidak dapat digunakan untuk pengeluaran dalam satu tahun maka dilaporkan dalam kelompok aktiva tidak lancar.
Dalam prakteknya, kadang kas dikelompokkan menjadi dua yaitu Kas Kecil dan Kas Besar. Kas Kecil digunakan untuk operasional sehari-hari dan jumlahnya tidak terlalu besar. Biasanya digunakan untuk biaya operasional seperti biaya administrasi, biaya telepon, listrik, dll. Kas besar biasanya digunakan untuk menampung penerimaan Piutang, Pinjaman bank, pengeluaran untuk membayar utang, pengeluaran untuk membeli aktiva.

Thursday, June 26, 2008

Niat Baik

Ada ungkapan buah jatuh tak jauh dari pohonnya, lingkungan juga bisa membentuk perilaku seseorang dalam berbuat. Bukan apa-apa aku cuma mau membahas sekelompok pengusaha yang datang dari luar kalau disuruh membayar pajak susahnya minta ampun, padahal sekarang kan pajak udah mulai ketat dalam melakukan pengawasan. Mengapa saya sebut sekelompok itu susah dalam membayar pajak karena memang kenyataannya mereka itu susah dimanapun mereka membuka usaha.

Monday, June 23, 2008

[Persediaan] Penurunan Nilai Persediaan

Penurunan Nilai yang maksud di sini adalah penurunan harga pokok persediaan. Harga pokok persediaan bisa turun karena beberapa hal yaitu :
1. Rusak / Ketinggalan Zaman
Persediaan bahan baku atau barang dagangan yang datang dari suplier belum tentu langsung digunakan atau dijual habis. Bahan / barang belum terpakai / terjual tersebut disimpan dalam gudang. Selama masa menunggu untuk digunakan atau dujual bisa saja terjadi hal-hal yang tidak diinginkan, rusak misalnya atau penurunan harga jual untuk barang dagangan. Hal ini menimbulkan kerugian bagi perusahaan.
Kerugian yang diakibatkan persediaan barang dagangan diukur dengan selisih antara harga perolehan dengan taksiran nilai bersih yang bisa direalisasi. Taksiran nilai bersih yang bisa direalisasi adalah teksiran harga jual dikurangi biaya utnuk menjual barang dagangan tersebut termasuk biaya reparasi untuk menjual barang tersebut.
Contoh : Sebuah toko baju, ada beberapa baju yang kancing bajunya lepas atau ada baju yang rusak. Pada kondisi normal harga perolehan baju tersebut adalah Rp. 30.000,- tapi karena cacat, baju tersebut di jual dengan harga Rp. 20.000,- setelah diperbaiki, biaya untuk memperbaiki adalah Rp. 5.000,- Nilai bersih yang bisa direalisasi adalah harga jual (20.000) dikurangi biaya perbaikan (5.000), hasilnya sama dengan Rp. 15.000,-. Dengan demikian perusahaan akan menderita kerugian sebesar Rp. 15.000,- (30.000 – 15.000). jurnal untuk mencatat kerugian ini adalah
Kerugian Penurunan nilai Persediaan 15.000
Persediaan 15.000

2. Penurunan Harga
Penurunan harga bisa terjadi karena stock di pasaran melimpah, daya beli masyarakat turun dan karena adanya model baru yang lebih canggih. Contoh konkrit penurunan harga adalah pada produk elektronik dan alat komunikasi handphone. Jika ada model baru maka model lama ditinggalkan / tidak lagi diminati, hal ini menimbulkan penurunan harga.
Contoh : Harga perolehan televisi pada kondisi normal adalah Rp. 400.000,- tapin karena ada produk baru yang lebih canggih maka produk lama tersebut kurang diminati, hal ini menyebabkan penurunan harga perolehannya menjadi Rp. 350.000,- agar produk tersebut tetap laku di jual. Penurunan harga perolehan ini menyebabkan kerugian sebesar Rp. 50.000 per satu televisi.
Jurnal untuk mencatat kerugian pada akhir bulan / tahun adalah
Kerugian penurunan nilai persediaan 50.000
Persediaan 50.000

3. Hilang / Rusak Parah
Apabila ada satu atau beberapa produk yang rusak parah dan tidak bisa diperbaiki lagi, atau ada produk yang hilang maka jurnal untuk mencatat hilang atau produk rusak adalah :
Kerugian penurunan nilai persediaan 50.000
Persediaan 50.000

Produk yang hilang atau rusak tersebut dicatat sebesar harga perolehannya.

Sunday, May 18, 2008

[Lanjutan] Metode Penentuan Harga Pokok Persediaan

3. LIFO (Last In First Out)
Metode ini merupakan kebalikan dari metode FIFO. Pada metode LIFO, barang yang paling terakhir dibeli akan dijual / dikeluarkan lebih dulu. Harga perolehan barang yang dibeli terakhir akan dialokasikan lebih dahulu sebagai harga pokok penjualan

4. Rata-rata Tertimbang
Dalam metode ini barang yang dipakai untuk produksi atau dijual akan dibebani harga pokok rata-rata.
Perhitungan harga pokok rata-rata dilakukan dengan cara membagi jumlah harga perolehan dengan kuantitasnya. Artinya harga perolehan barang di gudang ditambah harga perolehan barang yang baru dibeli dibagi kuantitas / jumlah barang di gudang dan jumlah barang yang dibeli. Hasil pembagian inilah yang akan digunakan sebagai pedoman menghitung harga pokok penjualan.
Metode ini disebut juga rata-rata bergerak karena harganya berubah-ubah setiap terjadi pembelian. Artinya setiap ada pembelian akan merubah harga pokok barang yang tersedia untuk dijual

NB : Untuk laporan pajak metode yang diakui adalah FIFO dan rata-rata tertimbang

[Lanjutan] Metode Penentuan Harga Pokok Persediaan

2. FIFO (First In First Out)
Metode ini berdasarkan harga beli pertama untuk menentukan harga pokok penjualan apabila terjadi penjualan.
contoh : pada bulan juni perusahaan membeli barang dagangan dengan harga @ Rp 5000, bulan juli membeli barang dagangan sejenis dengan harga @ Rp 6000. Pada bulan agustus terjadi penjualan barang dagangan. Maka harga yang digunakan untuk menghitung harga pokok penjualan adalah @ Rp 5000, baru kemudian @ Rp 6000 apabila produk dengan harga beli Rp 5000 sudah habis dijual

Metode Penentuan Harga Pokok Persediaan

Untuk dapat menghitung Harga Pokok Penjualan dan harga Pokok Persediaan akhir dapat digunakan berbagai cara yaitu :
1. Identifikasi Khusus
Metode ini berdasarkan anggapan bahwa arus barang harus sama dengan arus biaya. Tiap jenis barang dipisah berdasarkan harga pokoknya dan tiap kelompok dibuatkan kartu persediaan sendiri. Contohnya ponsel merek A tipe 123 dibuatkan kartu persediaan sendiri.
Harga pokok penjualan terdiri dari harga pokok barang-barang yang dijual, dan sisanya merupakan persediaan akhir.
Metode ini dapat digunakan perusahaan yang menggunakan prosedur pencatatan persediaan dengan cara fisik maupun cara buku. Tetapi karena cara ini menimbulkan banyak pekerjaan tambahan maupun gudang yang luas maka jarang digunakan.
Metode ini biasanya diterapkan pada perusahaan yang menjual produk dengan harga mahal, jumlah dan jenis produknya terbatas
berlanjut tulisan berikutnya

Saturday, April 05, 2008

Laporan Tahunan Pajak

Tanggal 31 Maret kemarin adalah hari terakhir laporan tahunan atau sering disebut SPT (Surat Pemberitahuan)Tahunan 2007. Setiap perusahaan yang memiliki NPWP berkewajiban menyampaikan laporan hasil usaha yang berupa SPT Tahunan Badan 2007 dan Laporan SPT Tahunan PPh 21 2007 untuk penghasilan karyawan dan pemilih perusahaan. Jika sebuah perusahaan dalam tahun 2007 kemarin tidak melakukan kegiatan usaha dan masih memiliki NPWP yang masih aktif maka perusahaan tersebut tetap berkewajiban menyampaikan SPT Tahunan dengan disertai 'Surat Pernyataan Tidak Melakukan Kegiatan Usaha' pada lampiran yang disertakan pada saat laporan.

Bagi yang tidak menyampaikan laporan paling lambat 31 maret maka akan kena sanksi administrasi sebesar Rp. 100.000;00 Untuk tahun depan sanksi administrasinya menjadi Rp. 1.000.000;00

Aku kemarin harus lembur sampai pagi untuk memenuhi target menyampaikan laporan paling lambat 31 maret. lemburnya tidak cuma sehari dua hari tapi satu bulan lebih, aku mulai lembur bulan februari akhir sampai pagi tanggal 31 maret. Mengerikan sekali....
Itu karena aku bekerja di konsultan pajak dan perusahaan yang aku tangani tidak cuma satu. Melelahkan dan ngantuk banget tapi setelah semua selesai hati jadi lega.
Sekarang aku bekerja normal kembali.

Sunday, February 03, 2008

Barang Dalam Perjalanan

Barang dalam perjalanan adalah barang yang pada saat tanggal neraca berada di tangan pihak pengangkut, seperti perusahaan kereta api, perusahaan angkutan darat atau udara.
Barang dalam perjalanan harus dimasukkan sebagai persediaan pihak yang memegang hak milik atas barang tersebut. Hak pemilikan ditentukan oleh syarat penjualan yang disepakati oleh pihak penjual dan pembeli. Ada dua jenis syarat yaitu :
1. FOB (Free On Board) shipping point : Pada syarat jenis ini barang akan berpindah kepemilikan ke tangan pembeli pada saat pihak pengangkut menerima barang dari tangan penjual.
2. FOB destenation : Hak milik atas barang akan tetap berada di tangan penjual sampai barang diserahkan ke tangan pembeli oleh perusahaan pengangkut.

Tuesday, January 22, 2008

Akuntansi Persediaan Barang

Istilah yang digunakan untuk menamai barang-barang yang dimiliki perusahaan tergantung jenis perusahaan tersebut. Untuk perusahaan dagang, persediaannya disebut persediaan barang dagangan. Untuk perusahaan manufaktur, persediaan barangnya terdiri dari persediaan bahan baku dan penolong, persediaan supplies pabrik, persediaan barang dalam proses dan persediaan barang jadi. Persediaan bahan baku adalah bahan utama untuk menghasilkan sebuah produk, contohnya : perusahaan mebel bahan bakunya kayu, sedangkan bahan penolongnya adalah paku, cat, plitur dll. Persediaan supplies adalah barang-barang yang mempunyai fungsi untuk memperlancar proses produksi, contoh : oli mesin, bahan pembersih mesin. Persediaan barang dalam proses adalah barang-barang yang masih dalam proses pengerjaan. Persediaan barang jadi adalah persediaan produk yang sudah jadi.

Metode pencatatan persediaan
1. Metode Fisik
Metode fisik adalah metode penghitungan secara langsung (stock opname) jika ingin mengetahui persediaan akhir. Setelah persediaan barang yang ada di gudang dihitung baru bisa diketahui persediaan akhirnya. Dari persediaan ini kemudian diperhitungkan harga pokoknya.
Kelemahan metode fisik adalah jika ingin menyusun laporan keuangan dalam jangka pendek maka penghitungan persediaan ini akan memakan waktu yang lama. Mutasi keluar masuk persediaan tidak diketahui jadi kemungkinan ada penyimpangan persediaan tidak diketahui.

2. Metode Buku (Perpetual)
Dalam metode buku setiap jenis persediaan dibuatkan rekening sendiri-sendiri. Setiap terjadi masuk dan keluar barang dicatat pada buku sehingga dengan cepat dapat diketahui persediaan akhir. Kelebihan metode buku adalah adanya kontrol terhadap persediaan barang, misalnya pada akhir tahun dilakukan stock opname jika catatan pada buku tidak sama dengan fisik yang sebenarnya maka ada kesalahan. Mungkin ada barang yang hilang atau ada kesalahan dalam pencatatan pada buku.

Tips Mendapatkan Kerja untuk Lulusan Akuntansi

1. Sebagai lulusan akuntansi harus bisa membuat minimal format neraca dan laba rugi, syukur-syukur bisa menyusun laporan keuangan. Jika kedua-keduanya tidak bisa maka muloi sekarang belajar lagi cara membuat laporan keuangan. Berdasarkan pengalaman mengikuti tes dan mengetes banyak lulusan sarjana akuntansi yang tidak bisa membuat neraca atau laba rugi walaupun tesnya cuma membuat format dari neraca atau laba rugi.
Cara belajarnya yaitu dengan latihan soal-soal tentang membuat neraca dan laba rugi. Akan percuma jika anda tahu bagaimana format neraca dan laba rugi jika anda dites untuk membuat membuat laporan keuangan dari transaksi-transaksi keuangan tidak bisa. Dengan berlatih mengerjakan soal membuat laporan keuangan semoga saja jika anda dites untuk membuat laporan keuangan anda bisa membuatnya. Pelajari juga tentang :
 Pertukaran aktiva bagaimana jurnalnya ?
 Bagaimana jurnalnya penghapusan piutang tak tertagih ?
 Akuntansi konsinyasi, akuntansi pusat dan cabang
 Rasio-rasio keuangan

2. Setidak-tidaknya anda juga harus tahu tentang pajak. Berapa tarif pajak untuk PPh badan, PPh pribadi, PPh ps. 21 dan PPN beserta jurnalnya.

3. Setelah semua tes lulus, tinggal yang terakhir tentang gaji. Berapa gaji yang anda minta ? Begitu biasanya mereka bertanya. Anda boleh menyebutkan angka tertentu tapi jangan terlalu tinggi daripada standar gaji di perusahaan tersebut, apalagi apabila anda belum punya pengalaman sama sekali. Jangan terlalu tinggi dan jangan pula terlalu rendah. Jika terlalu tinggi sudah pasti anda tidak akan diterima. Sedang jika terlalu rendah maka itu sama saja dengan merendahkan diri anda sendiri. Kalau bisa tanyalah berapa standar gaji yang berlaku di perusahaan tersebut.

4. Tips yang terakhir adalah Berdoa. Jodoh, rizki dan mati itu yang menentukan Tuhan Yang Maha Esa, kita hanya bisa berusaha untuk bisa mendapatkan pekerjaan. Kalau setelah semua tes kita lalaui dengan mulus dan anda merasa dapat menyelesaikan semua tes dengan baik dan anda merasa apa yang anda kerjakan 100 % benar tapi anda tidak diterima kerja mungkin pekerjaan tersebut bukan rizki anda.

Semoga tips ini berguna.

Neraca Lajur




Neraca lajur adalah kertas kerja yang berbentuk kolom-kolom (lajur) yang digunakan untuk menampung rangkuman transaksi-transaksi rekening buku besar beserta penyesuaiannya sehingga dihasilkan suatu laporan keuangan. Neraca lajur digunakan agar dalam menyusun laporan keuangan dapat lebih sistematis dan meminimkan kesalahan dalam menyusun laporan keuangan. Neraca lajur tidak bersifat formal dan hanya untuk intern saja sehingga tidak perlu diberikan ke pihak lain. Dalam neraca lajur, saldo rekening-rekening buku besar disesuaikan, diseimbangkan dan disusun menurut cara-cara yang sesuai dengan penyusunan rekening-rekening dalam laporan keuangan.
Pemakaian neraca lajur juga dapot menunjukkan bahwa prosedur-prosedur yang perlun dilakukan untuk menyusun laporan keuangan telah dilaksanakan seluruhnya.
Urutan kolom-kolom dari kiri ke kanan neraca lajur menurut buku diktat adalah : neraca saldo – penyesuaian – neraca saldo setelah penyesuaian – laba rugi – neraca.
Urutan kolom-kolom dari kiri ke kanan neraca lajur secara praktek adalah : neraca awal – mutasi – neraca saldo – penyesuaian – laba rugi – neraca.

Perbedaan susunan neraca lajur menurut buku diktat dengan praktek di lapangan adalah :
Neraca awal :
Neraca lajur menurut buku tidak mencantumkan neraca awal tahun, sedang pada neraca lajur secara praktek neraca awalnya dicantumkan
Mutasi :
Dalam neraca lajur menurut buku tidak dicantumkan mutasi, sedangkan pada praktek dicantumkan.
Mutasi adalah arus keluar masuk kas atau bertambah atau berkurang rekening-rekening buku besar.

Kalau dilihat dari segi sistematis dan menghindari kesalahan, penggunaan kolom atau lajur mutasi tentu lebih baik dari pada merangkum secara langsung perubahan rekening buku besar pada neraca saldo. Kalau transaksi yang terjadi sangat sedikit mungkin penggunaan neraca saldo langsung bisa digunakan tapi jika transaksi yang terjadi dalam perusahaan sangat banyak maka penggunaan kolom muatsi lebih disarankan.
Penggunaan mutasi pada neraca lajur juga menghindari kesalahan dalam mendebet atau mengkredit suatu transaksi.

 
Design by Free WordPress Themes | Bloggerized by Lasantha - Premium Blogger Themes | Macys Printable Coupons